NADIKABAR.COM — Rencana soft launching operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada Oktober perlu disertai kesiapan bisnis, menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet.
Yusuf, saat dihubungi di Jakarta, Selasa, mengatakan penyelesaian pembangunan fisik belum otomatis menunjukkan koperasi siap menjalankan kegiatan usaha.
Ia mengatakan pemerintah perlu memastikan aspek administratif dan pengelolaan KDKMP telah selesai sebelum koperasi mulai beroperasi sebagai entitas bisnis.
Adapun pemerintah sebelumnya menyebut sekitar 23 ribu unit KDKMP telah menyelesaikan pembangunan, dengan sekitar 17 ribu di antaranya sedang dalam proses verifikasi dan validasi.