"Yang perlu dilihat bukan hanya apakah gerai sudah berdiri, tetapi apakah asetnya sudah jelas, siapa yang bertanggung jawab atas operasional, dari mana modal kerjanya, apa yang dijual, siapa pembelinya, dan berapa besar transaksi yang dibutuhkan untuk menutup biaya," ucap Yusuf.
Menurut dia, kesiapan tersebut penting karena tingkat kesiapan masing-masing koperasi kemungkinan tidak seragam.
Ia menambahkan koperasi yang belum memiliki manajer, modal kerja, pemasok, dan pembeli yang jelas belum memiliki dasar yang cukup untuk menjalankan usaha secara penuh.
Menurutnya, apabila aspek tersebut belum siap, pembukaan gerai justru berisiko menciptakan biaya tetap di tingkat koperasi dan desa, seperti gaji, listrik, pemeliharaan, dan kendaraan, sementara pendapatannya belum terbentuk.