NADIKABAR.COM β Pengamat politik senior Boni Hargens menilai sinergi antara Polri dan ulama, sebagaimana yang ditunjukkan dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan, merupakan model ideal yang harus terus diperkuat dan direplikasi di seluruh pelosok nusantara.
Pasalnya, kata dia, kedua pihak tidak berdiri sebagai dua entitas yang terpisah, tetapi sebagai dua sayap dari satu burung Garuda Indonesia yang sama.
βPersatuan dan kesatuan bukan slogan kosong melainkan pilihan aktif yang harus diperjuangkan setiap hari oleh setiap warga negara dan semua elemen bangsa,β kata Boni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Dia menegaskan eksistensi para ulama sebagai tokoh moral merupakan pilar fundamental dalam menjamin kesalehan sosial di ruang publik Indonesia.
Disebutkan bahwa kesalehan sosial bukan sekadar urusan ibadah pribadi, melainkan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas yang hidup dalam interaksi sosial sehari-hari.
Ketika kesalehan sosial tumbuh subur di masyarakat, maka, kata dia, tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjadi lebih ringan.
Sebab, masyarakat sendiri telah memiliki fondasi moral yang kuat untuk menolak provokasi, menghindari konflik, dan memilih jalur damai dalam menyelesaikan perbedaan, katanya.
Boni secara khusus menyoroti pembelahan narasi yang kian mengkhawatirkan di ruang digital.
Mantan Dewan Pengawas Redaksi NadiKabar tersebut menjelaskan polarisasi opini, penyebaran disinformasi, dan pertarungan kepentingan politik di dunia maya telah menciptakan fragmentasi sosial yang berpotensi merongrong sendi-sendi persatuan bangsa.
"Dalam konteks ini lah, kehadiran para ulama semakin fundamental sebagai kekuatan moral yang mendukung kerja aparat keamanan," tuturnya.
Dalam acara Ngaji Kebangsaan di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Jenderal Sigit menegaskan sebuah prinsip yang telah mengakar dalam tradisi kebangsaan Indonesia, yakni ulama dan umara sebagai dua kekuatan yang saling melengkapi.
Menurutnya, ulama dan umara berfungsi sebagai lentera dan kompas moral yang memberikan arah spiritual, nasihat bijak, dan landasan etika bagi seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, kata dia, Polri sebagai aparatus negara mengemban tanggung jawab menjaga keamanan, ketertiban, dan perlindungan bagi setiap warga negara tanpa terkecuali.