NADIKABAR.COM — Pengamat kepolisian Poengky Indarti menilai visi “Polri Bersama Masyarakat” yang diusung Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menjadi pengingat bagi seluruh personel kepolisian untuk melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Itu bagus sekali untuk mengingatkan anggota bahwa mereka ada karena ditugaskan untuk melayani, mengayomi, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum guna mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas),” kata Poengky kepada NadiKabar di Jakarta, Minggu.

Sebagai pengayom masyarakat, menurutnya, seluruh anggota Polri harus menunjukkan sisi humanis.

“Jangan sampai anggota Polri menyakiti dan meninggalkan masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, mantan anggota Kompolnas tersebut berharap jajaran baru Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto dapat merespons cepat keluhan masyarakat.

Ia mengatakan saat ini kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, dan kejahatan siber sudah sangat meresahkan masyarakat.

Semua masalah tersebut, ujarnya, harus diatasi dengan cepat agar masyarakat segera mendapatkan perlindungan dan keadilan.

“Jangan sampai masyarakat menunggu hingga terjadi no viral no justice,” katanya.

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengusung visi "Polisi Bersama Masyarakat" sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri.

Saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/10), Suyudi mengatakan doktrin tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.

Dia ingin melanjutkan pembenahan Polri dengan keberanian melihat kekurangan institusi secara jernih.

"Sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu," kata Suyudi.