Secara keseluruhan, program MBG di wilayah tersebut disalurkan kepada sekitar 2.830 penerima yang tersebar di 19 lembaga pendidikan, mulai tingkat TK hingga SMA serta pondok pesantren. Sekitar 1.300 penerima berada di Ponpes Manba'ul Hikam, sedangkan sekitar 1.530 lainnya tersebar di sekolah lain dan masih dilakukan penelusuran.
Bahron juga membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
"Tidak ada korban jiwa. Berita yang menyebut ada yang meninggal itu tidak benar," tegasnya.
Ia mengatakan pihak pengasuh telah meninjau langsung kondisi santri yang dirawat di sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD dan RS Delta Surya. Berdasarkan pemantauan tersebut, tidak ada pasien yang dilaporkan kritis maupun meninggal dunia.
Pihak pesantren mengaku telah menyampaikan informasi kepada para orang tua santri, termasuk melalui grup WhatsApp, agar tidak terjadi kepanikan. Bahron pun meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Siapa pun boleh menyampaikan informasi, tetapi harus berdasarkan fakta. Jangan menyampaikan berita yang berlebihan atau tidak benar karena bisa menimbulkan kepanikan," pungkasnya.
Pihak pesantren selanjutnya akan berkoordinasi dengan keluarga santri terkait keberlanjutan penerimaan program MBG, sembari menunggu evaluasi dan perbaikan sistem pelaksanaan program tersebut.