NADIKABAR.COM — Pengelola Jalan Tol Bakakuheni-Terbanggi Besar (Bakter) PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (PT BTB) memastikan penanganan maksimal terkait masuknya asap akibat kebakaran lahan di luar area jalan tol yang berdampak pada keselamatan berkendara di KM 132+000.

​"Langkah tanggap darurat, penyiapan armada pemadam, hingga rekayasa lalu lintas langsung ditempuh oleh pengelola tol guna memprioritaskan keselamatan para pengguna jalan dan mengendalikan situasi di lapangan," kata Direktur PT BTB, Charles Giroth, dalam keterangannya, di Bandarlampung, Selasa.

Dia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama dalam seluruh operasional tol.

Pihaknya juga menyampaikan keprihatinan mendalam kepada korban terdampak, khususnya dua penumpang kendaraan yang mengalami kecelakaan di KM 132 Jalur B.

​"Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama. Kami memahami kekhawatiran masyarakat dan menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan secara terbuka. Kami mendoakan para korban agar lekas pulih, serta mengucapkan terima kasih atas kesabaran para pengguna jalan selama pengamanan berlangsung," ujar Charles Giroth.

​Dia juga menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan, sumber kebakaran bermula dari luar area Right of Way (ROW) tol. Namun, tiupan angin membawa asap pekat masuk ke area tol mulai KM 132+000 hingga KM 132+600.

​Untuk mengatasi kondisi tersebut, PT BTB memastikan serangkaian tindakan penanganan telah dan terus dilaksanakan secara terpadu:

​Charles mengatakan asap mulai terpantau masuk ke area tol pada Minggu (18/10) pukul 11.53 WIB. Petugas Layanan Jalan Tol (LJT), Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Lampung, dan Bawah Kendali Operasi (BKO) Lanal Lampung langsung bergerak pukul 12.06 WIB memasang rambu dan rubber cone guna menurunkan laju kendaraan di Jalur A maupun Jalur B.

Petugas memberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas di sekitar lokasi hingga pukul 20.31 WIB pada hari kejadian. Setelahnya, pengamanan dilanjutkan dengan rekayasa penyempitan arus dan pemasangan rambu peringatan secara intensif.

PT BTB berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Tengah serta berbagai instansi lintas sektor.

Sebanyak 7 unit water tank berkapasitas masing-masing 5.000 liter dikerahkan untuk pemadaman, yang melibatkan Damkar Lampung Tengah (1 unit), Lanud Bun Yamin Tulang Bawang (2 unit), BPBD Lampung Tengah (1 unit), Markas Kompi 1 Batalyon B Lampung Tengah (1 unit), serta PT Gunung Madu Plantations (2 unit).

​Charles Giroth mengatakan bahwa edukasi dan peringatan kewaspadaan secara intensif disampaikan kepada pengemudi melalui papan Variable Message Sign (VMS) serta pengeras suara di gerbang tol dan rest area.

​PT BTB terus melakukan pemantauan berkala dan berkoordinasi erat dengan pihak berwenang guna memastikan jalur Tol Bakauheni–Terbanggi Besar aman untuk dilintasi masyarakat.