Menurut Nirmala, kebijakan itu diterapkan untuk memastikan pelatih timnas dapat menjalankan tugas secara objektif ketika memilih dan menangani pemain dari berbagai klub.

Perbasi tidak ingin muncul situasi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam proses pemanggilan pemain untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (TC).

Dia menyebut keputusan untuk tidak memperbolehkan pelatih timnas menangani klub IBL berkaitan dengan komposisi pemain yang dipanggil ke timnas. Sebab, sebagian pemain timnas berasal dari klub-klub yang berkompetisi dalam liga domestik tersebut.