Dengan tidak adanya rangkap jabatan, Perbasi berharap pelatih dapat melihat seluruh pemain berdasarkan kebutuhan tim nasional, tanpa dipengaruhi kepentingan klub tertentu. Kebijakan itu juga diharapkan mendukung proses pembentukan skuad yang lebih kompetitif.
Sekjen perempuan pertama di DPP Perbasi tersebut menambahkan, pergantian pelatih juga menjadi bagian dari persiapan Perbasi dalam menghadapi agenda internasional timnas putra ke depan. Agenda itu di antaranya kualifikasi FIBA untuk Piala Asia 2029 serta SEA Games 2027 Malaysia pada September.
Untuk itu federasi kini menunggu BTN yang tengah menyiapkan struktur pelatih yang dinilai sesuai dengan kebutuhan program pembinaan dan target prestasi Indonesia.