NADIKABAR.COM — Sekjen Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Nirmala Dewi memastikan pengganti David Singleton untuk melatih tim nasional (timnas) bola basket putra Indonesia akan tetap memakai jasa pelatih asing.
Dia menjelaskan, di Jakarta, Selasa, nantinya pelatih baru yang ditunjuk akan bekerja secara khusus untuk timnas dan tidak merangkap jabatan sebagai pelatih salah satu klub peserta Indonesian Basketball League (IBL) guna meningkatkan netralitas dalam menjalankan tugas pembinaan skuad Merah Putih.
"Saya tidak mau menyebutkan nama dan asal negaranya, karena biarkan nanti Badan Tim Nasional (BTN) DPP Perbasi yang mengumumkan," kata Nirmala seusai mengikuti kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga).
Dia menjelaskan keputusan tersebut telah disepakati bersama BTN sebagai bagian dari penataan timnas ke depan.
Menurut Nirmala, kebijakan itu diterapkan untuk memastikan pelatih timnas dapat menjalankan tugas secara objektif ketika memilih dan menangani pemain dari berbagai klub.
Perbasi tidak ingin muncul situasi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam proses pemanggilan pemain untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (TC).
Dia menyebut keputusan untuk tidak memperbolehkan pelatih timnas menangani klub IBL berkaitan dengan komposisi pemain yang dipanggil ke timnas. Sebab, sebagian pemain timnas berasal dari klub-klub yang berkompetisi dalam liga domestik tersebut.
Dengan tidak adanya rangkap jabatan, Perbasi berharap pelatih dapat melihat seluruh pemain berdasarkan kebutuhan tim nasional, tanpa dipengaruhi kepentingan klub tertentu. Kebijakan itu juga diharapkan mendukung proses pembentukan skuad yang lebih kompetitif.
Sekjen perempuan pertama di DPP Perbasi tersebut menambahkan, pergantian pelatih juga menjadi bagian dari persiapan Perbasi dalam menghadapi agenda internasional timnas putra ke depan. Agenda itu di antaranya kualifikasi FIBA untuk Piala Asia 2029 serta SEA Games 2027 Malaysia pada September.
Untuk itu federasi kini menunggu BTN yang tengah menyiapkan struktur pelatih yang dinilai sesuai dengan kebutuhan program pembinaan dan target prestasi Indonesia.