Di luar urusan update dan hapus file, tingkat kepatuhan pengguna terhadap praktik keamanan siber dasar tergolong rendah di kedua platform.
Survei mencatat hanya 33% pengguna ponsel pintar dan 31% pengguna PC yang rutin mengganti kata sandi. Untuk pencadangan data, angkanya 29% (ponsel) dan 28% (PC). Yang paling minim adalah peninjauan izin aplikasi dan pengaturan privasi, yakni hanya 20% pengguna ponsel pintar dan 16% pengguna PC.
Kaspersky menyebut temuan ini sebagai tren yang mengkhawatirkan. Perusahaan menilai praktik kebersihan siber merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi data pribadi dan keuangan dari ancaman siber.
"Setiap perangkat yang kita gunakan, baik ponsel maupun PC, menyimpan informasi pribadi dan keuangan dalam jumlah yang terus bertambah. Mengabaikan kebersihan digital dasar dapat membuat informasi tersebut rentan terekspos," kata Marina Titova, Vice President for Consumer Business di Kaspersky.