NADIKABAR.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui bahwa ada penurunan terhadap stok BBM jenis Pertalite. Saat ini stok Pertalite berada di level 16-18 hari, sementara normalnya berada pada level 20-21 hari.
Bahlil mengatakan penurunan ini terjadi karena adanya pergeseran konsumsi masyarakat dari yang sebelumnya mengonsumsi BBM nonsubsidi kini mengonsumsi Pertalite. Ia bilang pergeseran konsumsi itu terjadi karena harga BBM nonsubsidi kini jauh lebih mahal dibandingkan Pertalite.
"Yang terjadi pergeseran dari 16 ke 18 hari itu adalah RON 90 (Pertalite) Kenapa itu terjadi? Karena terjadinya shifting, yang tadinya orang pakai (RON) 92 dan (RON) 95 itu dishifting ke (RON) 90 karena harganya kan cukup berbedanya cukup ekonomis itu. Itu sebenarnya masalahnya," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).