"Beberapa kali viral kebanyakan dari video orang luar. Dari keluarga pengantin yang membuat viral," ujar Alfin yang mengaku video dirinya telah dilihat jutaan kali di media sosial.
Respons masyarakat terhadap fenomena tersebut pun cenderung positif. Alfin melihat perhatian warganet sebagai peluang untuk memperkenalkan profesi penghulu sekaligus layanan KUA kepada masyarakat luas.
Sebagai bagian dari generasi Z yang lahir pada tahun 2001, Alfin memiliki cara tersendiri dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Ia tidak hanya menjalankan tugas utama sebagai penghulu, tetapi juga berupaya menyampaikan berbagai program Kementerian Agama dengan gaya komunikasi yang lebih dekat dengan anak muda.
"Sering mengkampanyekan program Kemenag dengan cara gen z. Misalnya stop nikah siri, ada juga program pembimbingan pra nikah, konsultasi keluarga," jelas Alfin.
Popularitas Alfin di media sosial ternyata turut terbawa ke sejumlah acara pernikahan yang ia layani. Beberapa keluarga pengantin bahkan meminta berfoto bersama setelah prosesi selesai.