"Setelah mempertimbangkan, akhirnya saya memilih penghulu gitu," ujarnya mantap.

Pilihan itu menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Sebab, pekerjaan sebagai penghulu sebenarnya cukup jauh dari gambaran karier yang pernah dibayangkan Alfin.

Sebagai bagian dari generasi Z yang lahir pada tahun 2001, Alfin mengaku dahulu memiliki keinginan untuk bekerja di lingkungan korporasi. Ia membayangkan pekerjaan kantoran sebagai pilihan karier yang lebih dekat dengan impiannya saat itu.

"Dulu cita-cita saya pengen jadi anak corporate. Pengen kerja kantoran kayak gen z pada umumnya," ujar Alfin.

Namun, perjalanan CPNS membawanya ke dunia pelayanan masyarakat melalui Kantor Urusan Agama (KUA).

Pilihan menjadi penghulu juga membuat Alfin harus mempelajari banyak hal baru. Sebelum masuk ke lingkungan KUA, ia mengaku tidak memiliki pengalaman sebagai penghulu.

Bahkan, pekerjaan sebelumnya berada di sektor yang berbeda, yakni pabrik.

"Setelah tes berbagai tahapan lancar. Dinyatakan lulus sebagai CPNS. Banyak belajar sama senior. Karena sejujurnya saya nol banget soal penghulu. Karena background saya nggak ada di KUA, sebelumnya kerja di pabrik."

Kondisi tersebut membuat Alfin harus banyak belajar dari para senior. Ia aktif bertanya dan berdiskusi agar dapat memahami tugas serta tanggung jawab seorang penghulu.