NADIKABAR.COM — Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) periode 2026-2030 memprioritaskan penguatan pembinaan dan prestasi (binpres) atlet sebagai fokus utama dalam menjalankan program organisasi selama empat tahun ke depan.
Sekretaris Jenderal PB PJSI Maria Regina Vega menjelaskan kepengurusan baru akan melanjutkan program yang telah dijalankan periode sebelumnya, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan untuk mendorong prestasi atlet judo tanah air.
"Target Ketua Umum PB PJSI (Maruli Simanjuntak) adalah meningkatkan proses pembinaan dan prestasi atlet judo," kata dia saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut dia menjelaskan penguatan pembinaan atlet menjadi bagian penting dalam mendukung visi dan misi ketua umum yang memimpin organisasi untuk periode yang baru.
Dia menceritakan, menurut Ketum PB PJSI, atlet merupakan unsur utama yang menjadi alasan sekaligus dasar keberadaan sebuah organisasi olahraga.
Oleh sebab itu, arah kebijakan kepengurusan baru akan menempatkan pengembangan atlet sebagai prioritas dalam menjalankan roda organisasi. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi pembinaan sekaligus meningkatkan kemampuan atlet untuk bersaing dalam berbagai kejuaraan nasional hingga internasional.
Meski begitu, dia belum bisa menceritakan rencana organisasi secara terperinci terkait program kerja yang akan dijalankan untuk merealisasikan target tersebut. Pembahasan mengenai langkah-langkah teknis baru akan dilakukan setelah seluruh pengurus periode baru resmi dilantik dalam waktu dekat.
Sekjen yang kerap disapa Regina itu menambahkan, setelah pelantikan, masing-masing bidang dalam PB PJSI akan menyusun rancangan program sesuai tugas dan tanggung jawabnya untuk mendukung sasaran organisasi.
Rancangan tersebut selanjutnya akan dibahas bersama dalam rapat kerja nasional (rakernas), guna menyelaraskan program seluruh bidang menjadi satu arah kebijakan.
Melalui tahapan itu, PB PJSI berharap memiliki landasan program yang terarah untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi judo Indonesia sepanjang periode kepengurusan 2026-2030.