Melihat perkembangan tersebut, dia menganggap rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan, meskipun pergerakannya diperkirakan tetap fluktuatif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dari perkiraan dan pelemahan dolar AS menjadi faktor yang mendukung rupiah.

Adapun sentimen positif dari domestik dipengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 yang mencapai 5,47 persen secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 5,29 persen dan juga melampaui perkiraan pasar.

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Indonesia masih cukup kuat, terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor. Kondisi ini turut memberikan kepercayaan bagi investor terhadap prospek ekonomi Indonesia," ujar Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp18.094 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.140 per dolar AS.