NADIKABAR.COM — Tiga hari pasca gempa bermagnitudo 7,0 yang merusak rumahnya, Tsewang Khangshi sibuk memindahkan kasur lipat dan selimut untuk rumah tinggal sementara yang akan ia tempati.
Pada Minggu (25/10), warga wilayah Baqen berusia 36 tahun itu pindah dari tenda ke sebuah rumah prefabrikasi, yang pembangunannya dikebut oleh tim penyelamat gabungan selepas gempa Kamis (22/10) yang menewaskan 16 orang dan melukai 76 lainnya.
Lebih dari 12.000 warga dievakuasi, sementara 339 rumah dan 20 kandang ternak rusak atau hancur, menurut otoritas setempat.
Wilayah Baqen di Daerah Otonom Xizang, China barat daya, yang menjadi pusat gempa, terletak pada ketinggian hampir 4.800 meter di atas permukaan laut. Menghadapi musim dingin menjadi perhatian utama bagi warga yang mengungsi akibat gempa, termasuk Tsewang Khangshi.