NADIKABAR.COM — Tiga hari pasca gempa bermagnitudo 7,0 yang merusak rumahnya, Tsewang Khangshi sibuk memindahkan kasur lipat dan selimut untuk rumah tinggal sementara yang akan ia tempati.
Pada Minggu (25/10), warga wilayah Baqen berusia 36 tahun itu pindah dari tenda ke sebuah rumah prefabrikasi, yang pembangunannya dikebut oleh tim penyelamat gabungan selepas gempa Kamis (22/10) yang menewaskan 16 orang dan melukai 76 lainnya.
Lebih dari 12.000 warga dievakuasi, sementara 339 rumah dan 20 kandang ternak rusak atau hancur, menurut otoritas setempat.
Wilayah Baqen di Daerah Otonom Xizang, China barat daya, yang menjadi pusat gempa, terletak pada ketinggian hampir 4.800 meter di atas permukaan laut. Menghadapi musim dingin menjadi perhatian utama bagi warga yang mengungsi akibat gempa, termasuk Tsewang Khangshi.
Pasokan bantuan bencana dalam jumlah besar telah tiba di wilayah terdampak bencana secara bertahap. Hingga pukul 11.00 waktu setempat pada 24 Oktober, sebanyak 52.450 barang atau paket bantuan bencana telah dikirim ke zona gempa, termasuk 4.651 tenda, 2.000 rumah prefabrikasi, 11.772 tempat tidur lipat, 5.715 selimut, dan kebutuhan lain untuk menghadapi cuaca dingin.
Dalam waktu lima jam setelah gempa, tenda-tenda pertama telah didirikan. Hingga Jumat (23/10), seluruh warga terdampak, termasuk keluarga Tsewang Khangshi, telah pindah ke tempat penampungan sementara yang berupa tenda.
Untuk memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap cuaca ekstrem, tim konstruksi dan petugas kelistrikan telah bekerja tanpa henti untuk membangun rumah sementara yang lebih kokoh dan hangat.
Sebanyak 60 unit rumah prefabrikasi pertama di zona gempa selesai dibangun pada 25 Oktober pukul 02.10 waktu setempat, dan aliran listrik ke unit-unit tersebut telah terhubung pada pukul 20.00 hari itu juga.
Seiring tersedianya unit-unit rumah baru tersebut, para keluarga mulai pindah, membersihkan kamar mereka, dan menata perabotan. Pada sore hari yang cerah, suara warga yang membawa barang-barang dan berbincang terdengar di seluruh kawasan permukiman.
Di luar, para pekerja mendatangi rumah demi rumah, memeriksa instalasi kabel listrik serta memastikan jendela dan pintu dapat tertutup rapat sehingga tidak ada embusan angin yang masuk. "Semua rumah prefabrikasi dilengkapi dengan cerobong asap untuk tungku, dan kami harus memastikan para penghuni dapat tetap hangat sepanjang musim dingin," tutur Zhang Xuhui, salah seorang kepala tim konstruksi di China Railway. Selesai