NADIKABAR.COM — Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Tanah Abang mencatat jumlah pengunjung yang datang untuk berbelanja terus mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 15 ribu orang per hari.

Manager UPB Pasar Tanah Abang, Rahmat Kartolo, mengatakan jumlah pengunjung bahkan meningkat pada akhir pekan dengan rata-rata hampir 17 ribu orang per hari dan pernah mencapai 20 ribu orang.

"Dari hasil pendataan kami, setiap hari 15 ribu orang datang, bahkan di setiap akhir pekan jumlahnya meningkat, yang jumlahnya mencapai hampir 17 ribu orang, bahkan pernah menyentuh 20 ribu orang," kata Rahmat di Jakarta, Senin.

Rahmat mengatakan peningkatan jumlah pengunjung tersebut umumnya terlihat di kawasan Pasar Tanah Abang Blok B yang dipadati masyarakat untuk berbelanja berbagai kebutuhan busana.

Ia menyampaikan peningkatan aktivitas perdagangan juga diikuti perubahan strategi pedagang dalam menjangkau pembeli.

Selain berjualan secara langsung di toko, pedagang kini memanfaatkan penjualan daring, termasuk melakukan siaran langsung (live) dari toko.

"Harapannya semua jual beli bisa terus berjalan dan terus mengikuti perkembangan zaman. Kami pun mendukung penuh dengan terobosan para pedagang yang terus aktif dalam mengikuti perkembangan zaman dalam proses jual beli ini," katanya.

Sementara itu, pedagang baju muslim, Nurhayati (46), mengatakan pengunjung Tanah Abang memang belum seramai beberapa tahun lalu.

Namun, kata dia, jumlah pembeli mulai meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan diharapkan lebih ramai menjelang Lebaran.

"Sekarang Alhamdulillah sudah ramai lagi. Setiap hari ada saja yang datang beli, bahkan kalau akhir pekan terlihat ramai. Dan yang penuh banget itu waktu kemarin mau Lebaran," ujar Nurhayati.

Menurut dia, sebagian pengunjung sengaja datang langsung untuk melihat dan memegang bahan pakaian serta memilih model terbaru.

Tidak sedikit pula pengunjung yang datang merupakan pedagang untuk mencari barang yang kemudian dijual kembali.

Pedagang lainnya, Rizal (49), mengatakan penjualan daring sempat berdampak terhadap aktivitas perdagangan di Tanah Abang.

Namun demikian, kondisi tersebut berangsur membaik setelah pedagang turut memanfaatkan platform daring.

"Soalnya sekarang pedagang yang ada juga ikut jualan online, bahkan sebagian besar ada yang live di tokonya supaya bisa mengikuti perkembangan zaman," ujar Rizal.

Menurut Rizal, berbelanja langsung di Tanah Abang masih memiliki keunggulan karena pembeli dapat melihat dan menyentuh bahan pakaian secara langsung.

Salah satu pengunjung, Rina, mengatakan kelengkapan pilihan pakaian menjadi salah satu alasan masyarakat tetap datang ke Tanah Abang.

"Pilihan baju sih kalau Tanah Abang enggak ada tandingan. Dia komplit, saking komplitnya capek saya keliling," kata Rina.