Dia mengatakan kepengurusan baru harus kembali kepada nilai dasar perjuangan. Dia mengatakan tak boleh ada kezaliman di dalam antar-pengurus pusat, wilayah, sampai ke DPD dan DPC.
"Sebelum kita menegakkan keadilan dan melawan kezaliman di negeri ini, kita harus juga menegakkan nilai-nilai lawan kezaliman dan tegakkan keadilan ke dalam diri kita sendiri, yaitu Partai Ummat," ujarnya.
Dia mengatakan ada lima modal batin para pejuang Partai Ummat yang disebutnya sebagai power. Dia berharap pemimpin selanjutnya akan berasal dari Partai Ummat.
"Yang pertama adalah ikhlas dalam berjuang. Yang kedua adalah ibadah yang terjaga. Yang ketiga adalah sabar dalam perjuangan. Yang keempat adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada pemimpin yang juga taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang kelima adalah yakin dalam perjuangan," ujarnya.
Dia mengajak semua kader memperkuat struktur dari pusat hingga daerah, memperbaiki konsolidasi agar bisa lolos verifikasi dan menjadi peserta Pemilu 2029. Dia juga mengajak semua kader menumbuhkan budaya musyawarah, bekerja, belajar, hingga budaya segan.
"Jadi sekali lagi saya tetapkan, mudah-mudahan ke depan panggil saya apa? Ustadz saja. Ustadz Sambo saya lebih senang," ujarnya.