Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar mengatakan restrukturisasi ini merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat organisasi, mempersiapkan Partai Ummat menghadapi agenda politik nasional serta Pemilu 2029, dengan tetap berpegang teguh pada cita-cita perjuangan menegakkan keadilan.

"Pergantian kepemimpinan di Partai Ummat merupakan bagian dari regenerasi dan penyegaran organisasi untuk menghadirkan energi baru, memperkuat konsolidasi, serta membangun partai yang semakin solid, adaptif, dan responsif terhadap persoalan rakyat," kata Heikal.

Heikal sempat berkelakar telah menyerahkan ijazah aslinya untuk dicek agar tak ada keraguan. Dia mengatakan jabatannya akan memperkuat konsolidasi internal serta memastikan keputusan dan program partai dapat dilaksanakan secara cepat, tertib, dan efektif hingga ke tingkat wilayah dan daerah.

"Majelis Syuro bersama Ketua Umum dan Sekjen Partai Ummat yang baru melakukan revitalisasi struktur kepengurusan pusat sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Revitalisasi diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, kaderisasi, komunikasi politik, advokasi kepentingan rakyat, serta kesiapan struktur partai di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, menantu Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais, Ridho Rahmadi, mengajukan pengunduran diri sebagai Ketum Partai Ummat. Taufik Hidayat juga mundur dari posisinya sebagai Sekjen Partai Ummat.

Ridho Rahmadi dilantik pada 2021 lalu dan mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Agustus 2026. Kemudian, Ansufri Sambo ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) ketum.