NADIKABAR.COM — Partai Ummat telah mengukuhkan susunan kepengurusan baru periode 2026-2031 dengan Ansufri Idrus Sambo sebagai Ketua Umum (Ketum). Sementara itu, Ketua Harian DPP dijabat Heikal Safar, sementara Sekjen adalah Muhammad Sadiq Thalib.

Pengukuhan dilakukan di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026). Ansufri mengatakan kepengurusan baru ini merupakan amanah untuk melanjutkan perjuangan dari Ketum sebelumnya, yakni Ridho Rahmadi, dan para pendahulu Partai Ummat.

"Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita perbaiki, yang belum ada kita bangun bersama. Amin. Takbir," ujar Ansufri dalam pidatonya.

Ansufri mengatakan kepengurusan ini juga merupakan penyegaran bagi perjalanan Partai Ummat yang harus membawa semangat baru dan budaya baru. Dia mengatakan perubahan cara berpikir, bekerja, dan perjuangan Partai Ummat harus lebih baik dari sebelumnya.

"Mari budaya yang mencari jabatan kita ganti menjadi budaya yang baru, yaitu budaya pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dari budaya yang menunggu selama ini sering kita lakukan, menuju budaya yang bekerja. Dari budaya yang tergantung kepada tokoh, menjadi budaya membangun kekuatan nilai dan sistem," katanya.

"Dari mementingkan kepentingan kelompok, menuju kepentingan partai atau organisasi. Dari saling menyalahkan, menuju budaya saling memperbaiki. Kepengurusan yang baru ini harus berarti kerja sama yang lebih baik, bukan sekadar susunan pengurus yang berbeda atau yang baru," lanjutnya.

Dia mengatakan kepengurusan baru harus kembali kepada nilai dasar perjuangan. Dia mengatakan tak boleh ada kezaliman di dalam antar-pengurus pusat, wilayah, sampai ke DPD dan DPC.

"Sebelum kita menegakkan keadilan dan melawan kezaliman di negeri ini, kita harus juga menegakkan nilai-nilai lawan kezaliman dan tegakkan keadilan ke dalam diri kita sendiri, yaitu Partai Ummat," ujarnya.

Dia mengatakan ada lima modal batin para pejuang Partai Ummat yang disebutnya sebagai power. Dia berharap pemimpin selanjutnya akan berasal dari Partai Ummat.

"Yang pertama adalah ikhlas dalam berjuang. Yang kedua adalah ibadah yang terjaga. Yang ketiga adalah sabar dalam perjuangan. Yang keempat adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada pemimpin yang juga taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Yang kelima adalah yakin dalam perjuangan," ujarnya.

Dia mengajak semua kader memperkuat struktur dari pusat hingga daerah, memperbaiki konsolidasi agar bisa lolos verifikasi dan menjadi peserta Pemilu 2029. Dia juga mengajak semua kader menumbuhkan budaya musyawarah, bekerja, belajar, hingga budaya segan.

"Jadi sekali lagi saya tetapkan, mudah-mudahan ke depan panggil saya apa? Ustadz saja. Ustadz Sambo saya lebih senang," ujarnya.

Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar mengatakan restrukturisasi ini merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat organisasi, mempersiapkan Partai Ummat menghadapi agenda politik nasional serta Pemilu 2029, dengan tetap berpegang teguh pada cita-cita perjuangan menegakkan keadilan.

"Pergantian kepemimpinan di Partai Ummat merupakan bagian dari regenerasi dan penyegaran organisasi untuk menghadirkan energi baru, memperkuat konsolidasi, serta membangun partai yang semakin solid, adaptif, dan responsif terhadap persoalan rakyat," kata Heikal.

Heikal sempat berkelakar telah menyerahkan ijazah aslinya untuk dicek agar tak ada keraguan. Dia mengatakan jabatannya akan memperkuat konsolidasi internal serta memastikan keputusan dan program partai dapat dilaksanakan secara cepat, tertib, dan efektif hingga ke tingkat wilayah dan daerah.

"Majelis Syuro bersama Ketua Umum dan Sekjen Partai Ummat yang baru melakukan revitalisasi struktur kepengurusan pusat sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Revitalisasi diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, kaderisasi, komunikasi politik, advokasi kepentingan rakyat, serta kesiapan struktur partai di seluruh Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, menantu Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais, Ridho Rahmadi, mengajukan pengunduran diri sebagai Ketum Partai Ummat. Taufik Hidayat juga mundur dari posisinya sebagai Sekjen Partai Ummat.

Ridho Rahmadi dilantik pada 2021 lalu dan mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Agustus 2026. Kemudian, Ansufri Sambo ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) ketum.