Para pelaku usaha dari Indonesia yang hadir dalam forum bisnis tersebut antara lain Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia di China (INACHAM) Liky Sutikno, anggota INACHAM lain maupun perwakilan dari PT Rempah Galih (dengan produk bumub kering), PT Bali Hai Brewing (bir) dan PT Bospress Global Resources (prorduk ekstrak rumput laut), Filtech Energy (jasa pengembangan proyek industri khususnya di sektor petrokimia) dan perusahaan lainnya.
Sementara dari Mongolia hadir Presiden Kamar Dagang dan Industri Nasional Mongolia (Mongolian national Chamber of Commerce and Industry atau MNCCI) Baatarjav Lkhagvajav, Chandmani Consulting dan Xanadu Travel Mongol (bidang tur wisata) serta perusahaan lain di bidang logistik, keuangan dan farmasi.
Berdasarkan catatan Kedutaan Besar Mongolia di Jakarta, jumlah warga Mongolia yang berkunjung ke Indonesia meningkat dari 782 orang pada 2024 menjadi 1.627 orang pada 2025; sedangkan masyarakat Indonesia yang datang ke Mongolia meningkat dari 956 menjadi 1.235 orang pada periode yang sama.
Hingga 2025, sebanyak 30 warga Mongolia memiliki izin tinggal di Indonesia, sementara 461 warga Indonesia memiliki izin tinggal di Mongolia.
Selain itu, terdapat empat orang mahasiswa Mongolia yang sedang menempuh pendidikan di President University, di Cikarang dan Mongolia tercakup dalam program The Indonesian AID Scholarship serta Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) pemerintah Indonesia.