NADIKABAR.COM — Pengusaha bernama Adhi Santoso alias Sony (39) melaporkan seorang influencer berinisial AA ke Polres Metro Jakarta Barat atas aksi penipuan bermodus mencari investor hingga mencapai kerugian Rp95 juta.
Sony menceritakan kerugian akibat aksi penipuan hingga mencapai Rp95 juta tersebut terhitung dari dana yang digelontorkannya kepada AA secara bertahap sejak September hingga Oktober 2026.
"Kerugian saya itu total mencapai 95 juta dan sudah saya laporkan ke Polres Jakbar," kata Sony kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Sony mengatakan kasus penipuan ini bermula ketika influencer AA menjanjikan dapat mencarikan investor bagi usahanya.
Sebagai syarat awal, pelaku meminta sejumlah uang operasional untuk keperluan tiket pesawat dan penginapan ke Batam.
"Awalnya saya memberikan uang sebesar Rp15 juta melalui transfer ke adik AA untuk pergi ke Batam bersama tiga orang pada 23 September 2026," ujar Sony.
Setelah menerima dana awal, AA beralasan salah membeli tiket dan meminta uang tambahan sebesar Rp 15 juta.
Tanpa curiga, Sony kembali mengirimkan uang tersebut ke rekening atas nama IR pada tanggal yang sama. Permintaan dana terus berlanjut dalam beberapa hari berikutnya.
Pada 25 September 2026, Sony kembali mengirimkan uang Rp 15 juta ke rekening berbeda.
"Minta kasih uang lagi 15 juta. Setelah kita kasih 15 juta, minta lagi 15 juta," tutur Sony.
Tak sampai di situ, komisaris perusahaan Sony berinisial H turut mentransfer Rp25 juta ke rekening bank dengan nama yang kembali berbeda satu hari berselang.
"Satu hari setelah menerima uang Rp25 juta, AA kembali meminta uang sebesar Rp15 juta dan ditransfer ke rekening AR lagi. Kemudian saya kembali transfer sebesar Rp5 juta dua kali di tanggal yang sama, yakni 6 Oktober 2026," ungkap Sony.
Total keseluruhan dana operasional yang telah ditransfer Sony dan rekannya kepada pihak-pihak yang diarahkan oleh AA mencapai Rp95 juta.
Sony menceritakan perkenalannya dengan AA bermula saat keduanya bertemu di sebuah acara tinju pada Juni 2026, di mana Sony bertindak sebagai promotor acara tersebut.
"Ya, kebetulan saya itu promotor boxing. Itu bulan 6 Juni tahun ini. Nah, kenal dari situ, berlanjut lah," tutur Sony.
Usai pertemuan itu, komunikasi keduanya sempat terhenti sebelum akhirnya AA kembali menghubungi untuk meminta sponsor keberangkatan tinju ke Malaysia.
Permintaan sponsor tersebut ditolak oleh Sony karena ia sedang sibuk mempersiapkan turnamen tinju sendiri dan tengah berada di luar negeri.
"Dari boxing ini, dia minta sponsor ke saya. Saya enggak kasih. Kebetulan waktu itu saya lagi di luar negeri," tutur Sony.
Dalam komunikasi telepon itulah, AA menawarkan diri untuk mencarikan investor bagi bisnis milik Sony, dengan klaim bisa mendatangkan suntikan dana segar senilai Rp5 miliar hingga Rp10 miliar.
Merasa jadi korban penipuan, Sony tak langsung menempuh jalur hukum. Ia awalnya melayangkan ultimatum kepada AA untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Namun, peringatan tersebut justru tak digubris AA yang diketahui memiliki beberapa akun medsos dengan pengikut ratusan ribu.
"Saya sudah hubungi dia, mau balikin apa enggak? Kalau enggak, saya mau somasi. Kata dia, 'Somasi saja.' Dan setelah saya somasi, saya langsung buat laporan polisi ke Polres Jakarta Barat," tegas Sony.
Laporan resmi atas dugaan penipuan dan penggelapan ini telah dilayangkan Sony ke Polres Metro Jakarta Barat pada 23 Oktober 2026 lalu.