NADIKABAR.COM — Pengusaha menyambut baik langkah pemerintah mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun, pengusaha juga mengungkap sejumlah tantangannya.

Sebagaimana diketahui, Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional. Himpunan Kawasan Industri Indonesia menilai besarnya target tersebut perlu diikuti kesiapan jaringan, penyimpanan energi, dan sisi permintaan agar tambahan energi bersih dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara produktif.

Ketua Umum HKI Ma'ruf Maulana mengatakan, tantangan berikutnya bukan semata mengejar kapasitas terpasang, tetapi memastikan energi yang dihasilkan dapat sampai kepada pengguna dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

"Target 100 GWp merupakan langkah besar yang perlu kita dukung bersama. Dari perspektif industri, ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa gigawatt yang berhasil dipasang, tetapi berapa besar energi yang benar-benar dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara produktif. Karena itu, pembangkit, grid, storage, dan demand perlu tumbuh sebagai satu sistem," kata Ma'ruf dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Ma'ruf, hal tersebut penting karena produksi energi surya berfluktuasi mengikuti waktu dan kondisi cuaca. Ketika kapasitas PLTS tumbuh dalam skala besar, sistem kelistrikan membutuhkan fleksibilitas melalui penguatan transmisi dan distribusi, Battery Energy Storage System (BESS), digitalisasi jaringan, serta pengelolaan beban.