NADIKABAR.COM β€” Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan hoaks terbanyak di Jakarta saat ini meliputi penipuan yang mengatasnamakan pejabat publik.

β€œKalau dari hasil yang sudah kita koordinasikan, hoaks terbanyak saat ini adalah penipuan, seperti undangan palsu, kemudian phishing, dan informasi-informasi lainnya mengatasnamakan pejabat atau orang lain. Nah, itu perlu diperangi,” kata Dewi di Balai Kota, Jakarta, Senin.

Selain itu, lanjut dia, hoaks terbanyak saat ini, yakni berita-berita pemerintah terkait bantuan sosial, kesehatan, serta kebencanaan.

Untuk memerangi berita-berita hoaks tersebut, Dewi menyebutkan pihaknya sudah melakukan banyak edukasi dengan melibatkan lurah, RT, RW, serta pos-pos posyandu untuk menyampaikan berbagai program pemerintah dan mengedukasi warga terkait cara mengidentifikasi suatu kabar berita.

Tak hanya itu, dia menuturkan pihaknya juga melaksanakan program Duta Antihoaks yang diikuti oleh siswa-siswi sekolah.

β€œItu sudah kita lakukan, bahkan di sekolah-sekolah. Dengan adanya Duta Antihoaks, nanti satu tahun ke depan, mereka menjadi partner dari kami,” tutur Dewi.

Dia pun menilai generasi muda dipilih sebagai Duta Antihoaks agar dapat menyampaikan edukasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan bukan hanya sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan perilaku digital masyarakat.

β€œKarena gaya bicaranya itu tidak lagi seperti gaya government style, tetapi gaya anak muda, yang kami yakin mudah untuk diterima oleh masyarakat pada umumnya,” ungkap Dewi.