"Setelah kami analisa, setelah kami cocokkan dengan data face recognition yang dimiliki oleh identifikasi Polres, bahwa mengarah kepada satu residivis yaitu inisial NJ," imbuhnya.
Lebih lanjut, Wira menyebutkan motif yang membuat NJ melakukan penjambretan adalah motif ekonomi. Pelaku menjalankan aksinya bersama tersangka inisial RK yang masih diburu polisi.
"Motif yang dilakukan yaitu atas dasar ekonomi kenapa yang bersangkutan melakukan hal tersebut," katanya.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/9), pukul 07.00 WIB. Saat itu, korban sedang berjalan kaki dari hotel menuju tempat ibadah di kawasan Menteng.