"Adanya kajian bahaya gempa bumi oleh para ahli kegempaan adalah bukan untuk menimbulkan kepanikan, ketakutan, dan sejenisnya. Melainkan kita harus menyikapi dengan bijak, meningkatkan kapasitas dan pengetahuan kita terhadap apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah kejadian gempa bumi terjadi," jelasnya.

"Karena hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi kapan terjadinya oleh siapapun kalau gempabuminya belum terjadi, maka kesiapsiagaan individu sangat perlu untuk ditingkatkan," tandasnya.

Video itu diunggah akun @gempa_dan_cuaca lima hari lalu dan telah ditonton 476 ribu kali, disukai 15,1 ribu pengguna, serta mendapat 1.030 komentar. Pria bernama Teguh Danang dalam video tersebut menjelaskan klaim mengenai keberadaan sesar aktif di Surabaya.

"Sudah tahu kah kalian, Surabaya Memiliki Patahan Aktif Baru? Ini daerah yang di lintasinya," tulis akun @gempa_dan_cuaca dalam caption video yang dilihat NadiKabar, Selasa (8/9/2026).

Dalam video tersebut, Teguh menyebut nama dan jenis sesar yang dimaksud. Sesar tersebut disebut bernama Surabaya-Madura dan merupakan patahan aktif mendatar mengiri dengan panjang sekitar 90 kilometer.

"Tempat patahannya yaitu dari Bangkalan, Surabaya sampai ke Kabupaten Sidoarjo," ujarnya.