Teguh menjelaskan arah sesar tersebut dari barat daya ke timur laut. Ia kemudian menunjukkan sejumlah wilayah di Surabaya yang disebut berada di lintasan sesar aktif tersebut.
Di Surabaya, lintasan itu disebut mulai dari kawasan Kenjeran, kemudian menuju Jalan Karangasem dan melintasi Jalan Pacar Kembang.
"Lanjut lagi kita susuri ternyata di bawah Universitas Airlangga ya. Ini membelah dari Jalan Dharmawangsa ya, Jalan Nias. Lanjut lagi kita susuri lagi ini ke Rumah Sakit Umum Siloam Surabaya. Lanjut ke wilayah Jalan WR Supratman. Lanjut lagi sampai ke wilayah Jalan Kembang Kuning Makam," jelasnya.
Teguh kemudian melanjutkan penelusuran hingga Jalan Bintang Diponegoro dan sejumlah wilayah Surabaya Barat. Di antaranya Hill Padel Surabaya, Jalan Villa Bukit Mas hingga Jalan Tol Surabaya-Porong.
"Terus lanjut lagi ujungnya sampai mana? Kita susuri lagi membelah Jalan Raya Menganti. Lanjut daerah mana? Kita sampai daerah mana? Lanjut lagi sampai ke wilayah Royal Residence Cluster Organica ya. Lanjut lagi ini di bawah Royal Residence Cluster kita lanjut lagi ke Waduk Tuk. Lanjut lagi ini aktif sampai Ujungnya sampai di wilayah Hutan Kota Sumur Welut," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Tim Unit Kerja Data dan Informasi BMKG Juanda Shanas Septy Prayuda mengatakan, pihaknya masih membahas informasi tersebut. BMKG nantinya akan menyampaikan hasil pembahasan kepada publik."Saat ini sedang dalam pembahasan kami. Rencana kami akan terbitkan press release," pungkas Shanas.