Menurutnya, Bulan dan planet-planet di tata surya bergerak mengitari poros edar yang relatif sejajar. Hal ini memungkinkan terjadinya pertemuan visual antarbenda langit jika dilihat dari sudut pandang pengamat di Bumi.
"Bulan dan planet-planet mengorbit hampir satu bidang, atau di langit hampir satu garis. Jadi suatu saat akan tampak berdekatan atau bulan menutup planet," terangnya.
Menariknya, pemandangan yang terlihat di langit Jawa Barat berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Menurut Thomas, di belahan wilayah barat Indonesia, peristiwa ini bahkan berlanjut hingga fase tertutupnya Venus oleh bayangan Bulan.
"Di wilayah Sumatera terlihat okultasi, yaitu planet Venus tertutupi bulan beberapa saat," imbuhnya.
Disinggung mengenai kemungkinan adanya pertanda alam tertentu atau kaitan mistis di balik fenomena langka tersebut, Thomas menegaskan tidak ada hal semacam itu. Ia mengibaratkan peristiwa ini layaknya pemandangan lalu lintas kendaraan di jalan raya dari sudut pandang pengamat.