"Tidak ada. Itu hanya ketampakan. Ibaratnya kita melihat kendaraan di jalan raya dari tepi jalan. Kadang melihat truk dan sedan berdekatan, lalu truk menutup sedan. Itu bisa terjadi pada semua kendaraan," tegas Thomas.
"Seperti itu pula ketampakan iring-iringan bulan dan planet-planet di langit," pungkasnya.
Sebelumnya, fenomena ini sempat menyedot perhatian dan membuat heboh warga di wilayah Sukabumi, mulai dari kawasan perbukitan hingga pesisir Palabuhanratu dan Kecamatan Simpenan.
Warga sempat dibuat takjub sekaligus penasaran lantaran formasi Bulan sabit dan titik cahaya itu tampak begitu presisi dan bersinar sangat mencolok di langit barat.