Ia mengaku sempat melerai kejadian tersebut dan memanggil keduanya. Ia juga menegaskan pihaknya tak memberikan toleransi terhadap aksi kekerasan.

"Kemudian, kami melerai mereka dan kami langsung memanggil ke dalam ruangan dan memberi teguran keras kepada keduanya dan menyampaikan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan dimanapun termasuk di kantor KPPG," imbuhnya.

Haidir menyebut, kedua pihak sudah berdamai dan kembali ke Purwakarta tak lama setelah kejadian. Adapun yang diduga melakukan penganiayaan dengan cambukan adalah Kordinator Wilayah Purwakarta dan korban merupakan salah satu Kepala SPPG Purwakarta.

"Sebenarnya setelah kejadian itu kedua SPPI tersebut sudah berdamai dan kemudian mereka sama-sama kembali lagi ke Purwakarta," kata Haidir.