Indri mengaku baru mengetahui perubahan tersebut dari seorang teman. Setelah melakukan pengecekan melalui aplikasi, ia mendapati data tersebut memang telah berubah.

Perubahan desil itu diketahui sekitar sebulan setelah dilakukan pendataan atau sensus. Persoalan semakin berat karena bantuan sosial yang biasanya dicairkan pada awal Agustus kini tidak lagi muncul.

"Sehari saya bawa 20 renteng kerupuk. Kadang habis, kadang tidak. Kalau sehari dapat Rp 20 ribu," ujar Indri, Kamis (27/8/2026).

Dengan penghasilan tersebut, Indri mengaku pendapatannya tidak sampai Rp 1 juta per bulan. Ia juga masih harus memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya, termasuk seorang putranya yang duduk di kelas 2 SMA di Sekolah Rakyat.

Indri telah beberapa kali berupaya mencari penjelasan terkait perubahan data tersebut. Ia mendatangi Dinas Sosial dan kelurahan setempat. Namun hingga kini, data desilnya belum berubah.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo, Joko Santoso, menjelaskan bahwa BPS pada prinsipnya melakukan penginputan dan pengelolaan data yang bersumber dari berbagai kementerian dan lembaga.