NADIKABAR.COM — Istilah 'iyup' ngetren lagi di kalangan Gen-Z, menggambarkan gerakan bibir para pengguna behel saat menutup mulut. Sekaligus menggambarkan perjuangan yang tak mudah untuk mendapatkan gigi rapi dan menarik.

Kabar baiknya, momen 'iyup' bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Bagi pengguna behel, terutama di awal-awal penggunaan, fenomena ini biasanya menandakan proses adaptasi.

"Itu bukan kondisi yang gimana-gimana, itu refleks tubuh saja dari rongga mulut biar bisa tertutup," kata drg Kurnia Dwi Wulan, ditemui dalam launching Mayapada Dental Care (MDC) di Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT), Jumat (4/9/2026).

"Kan kalau tidak dimajukan bibir atasnya, otomatis kan kena alat itu (behel). Dan pasti sakit, makanya rentan sariawan," terang drg Kurnia.

Kalau se-effort itu adaptasinya, kenapa orang bela-belain pakai behel?

Ada banyak alasan seseorang pakai behel. Salah satunya karena memang ada masalah dengan struktur gigi, seperti adanya risiko tumbuh berdesakan. Masalah ini biasanya terdeteksi sejak anak-anak, dan bisa mulai diatasi dengan behel lepasan maupun behel cekat yang sifatnya lebih permanen.

Selain itu, kebutuhan visual juga jadi alasan penggunaan behel terutama di kalangan Gen-Z. Menurut drg Kurnia, gigi dan wajah merupakan center point seseorang ketika berbicara sehingga orang-orang merasa butuh melakukan perawatan.

"Makanya tren behel ini digandrungi para Gen-Z," kata drg Kurnia.

"Cuma ya minusnya adalah tadi, harus siap dikatain iyup aja," pungkasnya berkelakar.