NADIKABAR.COM — Seorang penumpang KMP Batumandi mengungkapkan kebakaran kapal diawali dengan asap hitam yang keluar dari cerobong mesin dek diikuti suara ledakan saat kapal hendak merapat ke dermaga.

"Kejadiannya kira-kira mau merapat ke dermaga. Kebetulan saya berdiri di samping kanan, keluar asap, meledak, asap hitam, kita lari ke kiri. Asapnya dari bawah kendaraan, dekat cerobong mesin," kata Ali, salah satu penumpang KMP Batumandi itu di Cilegon, Jawa Barat, Selasa.

Ia mengatakan kepulan asap tebal tiba-tiba muncul diiringi suara ledakan keras yang berasal dari area dek kendaraan bawah dan sekitar cerobong mesin.

Setelah mengetahui kondisi kapal terbakar, para penumpang langsung meminta jaket pelampung kepada petugas kapal.

Oleh karena suasana yang mencekam, ia mengaku bersama penumpang lainnya dievakuasi menggunakan peluncur darurat dari geladak atas.

"Kita minta pelampung ke petugas. Dari atas geladak kita turun lagi, lalu dievakuasi turun lewat tangga peluncur darurat itu," kata Ali yang warga Bekasi itu.

Ia mengaku sebagai penumpang kapal itu, dalam perjalanan pulang menuju Bekasi usai menghadiri acara pernikahan keluarga di Padang, Sumatera Barat.

Kebakaran di atas KMP Batumandi di sekitar Pulau Merak Besar saat kapal sedang dalam proses alun sandar menuju Dermaga VI Pelabuhan Merak, Cilegon, sekitar pukul 14.52 WIB.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat adanya percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muatan kendaraan kecil.

ASDP berkoordinasi secara intensif dengan otoritas pelabuhan, Basarnas, serta instansi terkait guna memastikan proses penanganan dan evakuasi dapat berlangsung secara optimal.

Belum diketahui pasti penyebab insiden kebakaran tersebut, sedangkan ASDP berkomitmen mendukung proses pemeriksaan oleh pihak berwenang serta menyampaikan perkembangan informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi di lapangan.

Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama ASDP. Perseroan terus mengerahkan dukungan yang diperlukan dan memastikan penanganan insiden secara cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan aspek keselamatan.