Namun, pada Agustus tahun ini, pola atmosfer berubah. Salah satu penyebabnya adalah sistem tekanan rendah yang disebu cutoff low. Sistem ini merupakan area tekanan rendah yang terpisah dari aliran jet stream dan dapat membawa udara lembap ke wilayah yang biasanya sangat kering.
Pada akhir Agustus, sistem tekanan rendah tersebut terbentuk dari sebuah trough atau daerah memanjang dengan tekanan udara relatif rendah yang membentang sangat luas di Belahan Bumi Selatan.
Ketika sistem tersebut bertemu dengan pasokan kelembapan yang melimpah dari kawasan pesisir, terbentuklah kondisi yang memungkinkan hujan dan salju turun di wilayah yang biasanya hampir tidak mendapat presipitasi.
Garreaud mengatakan jumlah presipitasi yang dihasilkan mencapai tingkat yang jarang terlihat di wilayah yang biasanya sangat gersang tersebut.
Badai bahkan mencapai dataran tinggi Chajnantor, kawasan yang menjadi rumah bagi Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), salah satu observatorium radio terbesar di dunia.
Salju tebal dan angin kencang membuat ALMA harus menghentikan operasi sementara dan memasukkan antena-antena mereka ke mode perlindungan khusus untuk menghadapi kondisi ekstrem. Beberapa observatorium astronomi lain di kawasan pesisir juga menghentikan operasi ketika badai melintas.
Para ilmuwan melihat fenomena ini dalam konteks kondisi iklim yang lebih luas. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah El Nino yang sedang menguat. Dalam kondisi El Nino, sistem tekanan tinggi subtropis di Pasifik yang biasanya membantu mempertahankan kondisi kering di kawasan tersebut menjadi lebih lemah.