NADIKABAR.COM — PLN sedang menyelidiki lebih dalam penyebab listrik padam di Batam, Kepulauan Riau, beberapa hari lalu. Direktur Utama PT PLN Suroso Isnandar pun memastikan masalah ini tidak disebabkan sabotase dari pihak tertentu.

"Saya kira tidak sampai sabotase ya, pokoknya sedang diteliti lebih lanjut, yang jelas sudah selesai," ujar Suroso saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

Sementara itu terkait rencana pemberian kompensasi atau ganti rugi kepada warga Batam yang terimbas pemadaman, pria yang baru menjabat sebagai Direktur Utama PLN sejak Rabu (14/10) kemarin menyebut pihaknya akan mempelajari lebih lanjut.

"Nanti dilihat ketentuannya, karena sesuai aturan yang ada kompensasi setelah melewati batas tertentu," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat menyampaikan penyebab listrik padam di Batam.

Bahlil mengungkap terdapat tiga penyebab listrik padam, yaitu mulai persoalan teknis pada sistem kelistrikan setempat, sambaran petir, dan kelelawar.

"Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam dan ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir dan menurut mereka ya, dan ada kesalahan teknis lah, kira-kira begitu," jelasnya saat ditemui usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

"Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena, kelelawar atau apa gitu," terang Bahlil.