Hal seperti ini sebenarnya cukup masuk akal. Sebab manusia setiap hari melihat, mendengar, dan mengalami banyak hal. Ada berbagai detail kecil yang mungkin nggak benar-benar kita perhatikan, tetapi tetap tersimpan dalam ingatan.

Ketika suatu hari menemukan situasi yang memiliki kemiripan dengan pengalaman sebelumnya, otak bisa saja menangkap kemiripan tersebut dan memberikan rasa familiar. Misalnya, kalian sedang berkunjung ke rumah teman untuk pertama kalinya.

Tiba-tiba posisi sofa, bentuk jendela, cahaya yang masuk, sampai suasana ruangannya terasa sangat familiar. Kalian mungkin merasa pernah berada di tempat tersebut, padahal sebenarnya belum pernah. Bisa jadi bukan tempatnya yang pernah didatangi, melainkan ada beberapa bagian dari suasana itu yang mirip dengan tempat atau pengalaman lain yang pernah kita lihat sebelumnya.

Deja vu tidak selalu muncul karena melihat suatu tempat. Percakapan, suara, suasana, bahkan susunan kejadian tertentu bisa membuat seseorang merasa familiar. Kadang kita baru menyadari rasa tersebut beberapa detik setelah sesuatu terjadi. Tiba-tiba muncul pikiran, "Eh, kayaknya aku pernah ngalamin kejadian yang sama." Padahal, bisa saja yang terasa familiar hanya bagian kecil dari kejadian tersebut.