Perasaan deja vu bisa membuat seseorang merasa seolah-olah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun itu tidak berarti bahwa perasaan seolah-olah bisa memprediksi kejadian berikutnya dapat dikatakan bisa melihat masa yang akan datang. Jadi, deja vu lebih berkaitan dengan pengalaman dan proses ingatan daripada kemampuan meramal.

Deja vu bisa menjadi salah satu contoh menarik tentang bagaimana otak bekerja dengan ingatan. Ketika ada bagian dari pengalaman baru yang terasa mirip dengan sesuatu yang pernah tersimpan dalam ingatan, rasa familiar bisa muncul begitu saja, hal ini bisa terjadi karena otak kalian sedang menemukan kemiripan dari sesuatu yang pernah kalian alami sebelumnya.

Artikel ditulis Yuni, mahasiswi PKL Unimed di NadiKabar.com