Setelah menabrak taksi listrik VinFast di Jalan Taman Apsari, ENR mengaku sempat berusaha meninggalkan lokasi. Dia mengatakan ketakutan terhadap massa membuatnya panik.

"Ya itu, karena saya takut habis nyerempet taksi, dikejar massa. Saya takut nanti diamuk massa, saya berusaha kabur, ternyata malah terjadi kecelakaan yang menewaskan orang," kata ENR kepada awak media, Senin (24/8/2026).

Mobil kemudian melaju menuju Jalan Gubernur Suryo. Di sekitar Alun-Alun Surabaya, Outlander kembali menabrak RPK (25) yang sedang menaikkan barang ke Mitsubishi L300 miliknya yang terparkir.

RPK mengalami luka berat dan dilarikan ke UGD RSUD Dr Soetomo Surabaya. Namun, korban meninggal dunia saat mendapatkan perawatan.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Sulthon M A mengatakan hasil pemeriksaan uji tiup menunjukkan ENR positif mengonsumsi minuman beralkohol. Polisi menyebut kadar alkohol dalam tubuhnya mencapai 1,06 persen.

"Kadar alkohol dalam tubuhnya 1,06%. (Kejadian) setelah (tersangka) pulang dari acara tempat hiburan di sekitaran," ujar Sulthon di Satpas Colombo Polrestabes Surabaya, Senin (24/8/2026).

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya mengatakan ENR kehilangan konsentrasi saat mengemudi. Polisi menyebut kondisi tersebut dipengaruhi konsumsi alkohol.

"Saat berbelok ke kiri, ENR kehilangan konsentrasi. Mobilnya kemudian menabrak taksi listrik VinFast bernopol L-1611-UG yang sedang terparkir di sisi kanan jalan," ujar Galih saat dikonfirmasi NadiKabar, Senin (24/8/2026).

Setelah menabrak taksi listrik yang dikemudikan FDK (22), ENR tidak berhenti. Dia melanjutkan perjalanan hingga kembali mengalami kecelakaan di Jalan Gubernur Suryo.

Polisi juga menyebut ENR sempat marah-marah kepada orang-orang yang mendatangi lokasi kecelakaan.

"Marah-marah ke orang-orang yang datang ke TKP, namanya orang mabuk," kata Galih.