NADIKABAR.COM — Tabrakan 2 kereta cepat di Spanyol menyebabkan 69 orang tewas. Salah satu penumpang yang selamat, Sebastian Herrero (46), mengenang insiden itu sebagai peristiwa yang mengerikan.

Dilansir dari Reuters, Jumat (30/10/2026), Herrero sedang dalam perjalanan dari Madrid menuju Sevilla pada Rabu pagi menggunakan kereta yang dioperasikan oleh Iryo. Kereta yang ditumpangi Herrero tiba-tiba berhenti.

Herrero mengira penyebabnya adalah jatuhnya kabel listrik aliran atas-masalah yang belakangan ini semakin sering melanda jaringan kereta cepat di Spanyol. Namun, kekhawatiran akan terlambat sampai di tujuan seketika sirna saat ia mendapati dirinya terlempar ke udara dan jatuh dengan wajah menghantam kursi di depannya.

Saat itu, kereta yang ditumpangi Herrero ditabrak kereta cepat lain dari arah belakang. Akibatnya, tiga gerbong paling belakang tergelincir menuruni tanggul tinggi hingga menewaskan 69 orang. Herrero dan penumpang lain di gerbongnya berhasil menyelamatkan diri dengan menuruni tanggul dan melintasi pagar menuju sebuah lahan terbuka. Saat menoleh ke belakang, barulah ia menyadari betapa parahnya kecelakaan tersebut.

"Pemandangannya sangat mengerikan. Ada gerbong-gerbong yang hangus terbakar, seolah-olah meledak. Orang-orang yang keluar dari sana dalam kondisi yang sangat mengenaskan, sementara yang lain mulai mengevakuasi jenazah korban dan meletakkannya tepat di dekat tempat kami berada," ujar Herrero dalam sebuah wawancara di Sevilla.

Herrero mengaku merasa seperti "terlahir kembali" setelah selamat dari bencana tersebut. Ia mengatakan dirinya beruntung karena gerbongnya berada di bagian depan rangkaian kereta. Meski demikian, benturan keras itu tetap mengakibatkan banyak penumpang mengalami cedera, seperti patah lengan atau patah tulang hidung.