Saat itu, kereta yang ditumpangi Herrero ditabrak kereta cepat lain dari arah belakang. Akibatnya, tiga gerbong paling belakang tergelincir menuruni tanggul tinggi hingga menewaskan 69 orang. Herrero dan penumpang lain di gerbongnya berhasil menyelamatkan diri dengan menuruni tanggul dan melintasi pagar menuju sebuah lahan terbuka. Saat menoleh ke belakang, barulah ia menyadari betapa parahnya kecelakaan tersebut.
"Pemandangannya sangat mengerikan. Ada gerbong-gerbong yang hangus terbakar, seolah-olah meledak. Orang-orang yang keluar dari sana dalam kondisi yang sangat mengenaskan, sementara yang lain mulai mengevakuasi jenazah korban dan meletakkannya tepat di dekat tempat kami berada," ujar Herrero dalam sebuah wawancara di Sevilla.
Herrero mengaku merasa seperti "terlahir kembali" setelah selamat dari bencana tersebut. Ia mengatakan dirinya beruntung karena gerbongnya berada di bagian depan rangkaian kereta. Meski demikian, benturan keras itu tetap mengakibatkan banyak penumpang mengalami cedera, seperti patah lengan atau patah tulang hidung.