Menurutnya, masyarakat Maluku memiliki warisan nilai persaudaraan yang kuat, termasuk semangat pela gandong, yang mengajarkan kebersamaan dan saling menjaga.

Nilai dalam semangat pela gandong tersebut harus tercermin dalam sikap para advokat, yakni tegas dalam prinsip hukum, tetapi tetap menjunjung martabat manusia dan persaudaraan.

"Di Maluku kami mengenal semangat hidup orang basudara. Saya ingin semangat itu menjadi kekuatan pengurus, yaitu bersatu menjaga kehormatan profesi, tidak saling menjatuhkan, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan keadilan," tuturnya.

Selain itu, dia mengingatkan seluruh pengurus yang baru dilantik agar tidak menjadikan organisasi sebagai tempat mencari kedudukan, tetapi sebagai wadah pengabdian, pembinaan, dan perlindungan profesi.

Dengan demikian, Harris meminta seluruh jajaran DPD segera menyusun program kerja yang terukur, memperkuat pendidikan dan pembinaan profesi, menegakkan disiplin organisasi, serta membangun hubungan kelembagaan yang baik dengan pengadilan, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, dan masyarakat sipil, tanpa mengorbankan independensi advokat.

Ukuran keberhasilan pengurus, sambung dia, bukan berupa banyaknya acara yang diselenggarakan, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan anggota dan masyarakat.