Dudung juga meminta seluruh unsur pemerintah memperkuat kolaborasi agar penanganan karhutla berjalan lebih efektif. Menindaklanjuti arahan tersebut, TNI AU mengerahkan armada pesawat angkut dan helikopter untuk mendukung operasi di sejumlah wilayah terdampak.

TNI AU mengerahkan 11 pesawat angkut dan lima helikopter untuk mendukung penanganan karhutla. Pesawat angkut digunakan untuk mendukung distribusi logistik dan pelaksanaan OMC, sedangkan helikopter dikerahkan untuk memadamkan titik api melalui operasi pengeboman air (water bombing).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi mengatakan 11 pesawat angkut tersebut mendukung operasi di wilayah yang mengalami karhutla cukup parah, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.