NADIKABAR.COM — Berperan sebagai ibu dua orang putri di "Desember Jani" bukanlah hal yang terlalu sulit bagi aktris Sigi Wimala. Dalam bincang-bincang bersama penonton di Tokyo International Film Festival 2026, Selasa (27/10), Sigi yang juga seorang ibu mengungkapkan karakter Winnie dan dirinya tak terlalu berbeda.
"Jadi, mudah saja menjadi Winnie. Rasanya seperti jadi diri sendiri, tapi dibayar," canda Sigi.
Film garapan sutradara Ariani Darmawan itu mengangkat dinamika keluarga tiga generasi yang terdiri atas Oma (Tutie Kirana), Winnie sang Ibu (Sigi Wimala), serta dua remaja putri kakak beradik bernama Julia (Hyori Mika) dan Jani (Chempa Puteri).
Konflik utama dipicu oleh keputusan Julia yang kabur dari rumah tanpa pamit sepuluh hari lalu, sehingga meninggalkan ketegangan psikologis antara Jani dan Winnie.
Chempa, pemeran Jani, mengutarakan hal serupa. Dia mengaku memahami kehidupan Jani karena hubungannya dengan sang ibu juga cukup rumit.
"Aku merasa sangat dekat dengan karakter Jani," ujar Chempa.
Mengenai hubungannya sebagai putri dan ibu dalam film, Chempa mengaku tak sulit untuk merasa dekat dengan Sigi Wimala.
"Pertama kali ketemu Mama Sigi langsung klik karena nyaman dan kami punya chemistry, aku nggak pernah kayak gitu, pas sama Mama Sigi rasanya kayak di rumah, kayak lihat mama tapi orang yang berbeda," tutur Chempa.
Sutradara Ariani menuturkan, dirinya langsung jatuh cinta dengan akting Chempa yang alami, sehingga ia turut memasukkan bagian dari Chempa ke tokoh Jani yang ditulisnya di draf final.
Diskusi mendalam antara sutradara dan para aktor menciptakan cerita yang kaya detail. Ariani menggali soal dinamika keluarga tiap aktor, kemudian memasukkan serpihan-serpihan itu ke dalam skenario.
"Itu sangat memudahkan aktor untuk masuk ke dalam karakter," ungkap Sigi.
Ariani juga menjawab pertanyaan penonton mengenai ketiadaan adegan flashback untuk menggambarkan konflik antara ibu dan anak. Menurut sutradara, ia menginginkan penonton untuk bisa merasakan ceritanya serealistis mungkin, tanpa harus "terpotong" oleh adegan kilas balik.
Sementara soal ketiadaan peran laki-laki, Ariani memang sengaja ingin menonjolkan hubungan antara ibu dan putrinya. Bersama penulis Cyntha Hariadi, ia khusus meminta tambahan karakter Oma (Tutie Kirana) yang jenaka. Menurutnya, ada kompleksitas antara hubungan perempuan di dalam keluarga yang ingin ia sampaikan kepada penonton.
"Kadang malah lebih rumit kalau keluarga isinya perempuan semua," kata Ariani.
Sutradara Ariani Darmawan mengembangkan cerita "Desember Jani" selama tiga tahun bersama penulis dan penyair Cyntha Hariadi setelah membaca kumpulan cerpen Cyntha yang berjudul "Manifesto Flora."
Film ini dibintangi oleh Chempa Puteri (Jani), Sigi Wimala (Winnie), Hyori Mika (Julia), dan Tutie Kirana (Oma), disutradarai oleh Ariani Darmawan, dengan skenario oleh Cyntha Hariadi, dan diproduseri oleh Meiske Taurisia.
Film ini masuk ke dalam program Asian Future Competition yang menghadirkan karya film panjang pertama atau kedua dari sutradara Asia.
"Desember Jani" adalah film panjang pertama dari sutradara Ariani Darmawan yang memulai karirnya sejak tahun 2000-an.
Ia sebelumnya telah melahirkan sejumlah film pendek, termasuk "Sugiharti Halim" (2008) dan "Jus Nanas Kue Lapis". Karya-karyanya sudah ditayangkan di Eropa, Amerika Utara, Australia, dan Asia.