NADIKABAR.COM — Komisaris Energi Uni Eropa Dan Jorgensen mengungkapkan Uni Eropa telah mengeluarkan biaya tambahan sebesar 100 miliar euro (1 euro = Rp20.426) untuk mengimpor bahan bakar fosil yang sama sejak dimulainya perang Amerika Serikat (AS)-Iran.

Hal itu disampaikan Jorgensen dalam pertemuan para menteri energi Uni Eropa di Dublin, Irlandia, Selasa (29/9) waktu setempat.

Menurut harian Financial Times, Jorgensen menuturkan kepada para jurnalis bahwa UE tidak menerima "satu molekul gas atau minyak tambahan pun," meski telah membayar jauh lebih mahal.