"Rupanya pemerintah pusat menyimpan, dicatat dulu, dikumpulkan dulu datanya semua, sehingga diperintahkan Mendagri untuk langsung pergi mengecek ke perbatasan," katanya.
Achmad mengatakan kunjungan Mendagri tersebut menyusul kunjungan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke sejumlah wilayah Kaltara beberapa hari sebelumnya.
"Pemerintah pusat menurunkan Mendagri hari ini dan beberapa hari lalu Menhan, untuk langsung melihat bagaimana kondisi perbatasan kita. Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat," katanya.
Menhan Sjafrie melakukan rangkaian kunjungan kerja di Kalimantan Utara pada 2–3 Oktober 2026, antara lain ke Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung.
Dalam kunjungan ke Malinau, pemerintah daerah menyampaikan kepada Menhan sejumlah kebutuhan pembangunan kawasan perbatasan, termasuk persoalan konektivitas menuju wilayah Krayan.