Tantra mengaku kesulitan berkomunikasi dengan pemilik lahan tersebut bahkan sebelum peristiwa kebakaran terjadi. Selama menjabat sebagai kepala desa, dia mengaku sudah pernah menghubungi pemilik lahan untuk bertemu. Namun, para pemilik tidak pernah hadir secara langsung dan hanya diwakilkan.

Selain itu, Tantra menyebut koordinasi dengan pemilik lahan terhambat karena belum semua tanah tersebut bersertifikat. Menurutnya, batas tanah antarpemilik juga tidak jelas.

"Sudah kami jajaki, pemilik tanah itu kami undang. Cuma beberapa saja yang hadir dan yang kategori pengusaha, yang punya tanah, tidak pernah hadir," tutur Tantra.