Pertumbuhan tertinggi disumbang oleh tiga lapangan usaha, yaitu akomodasi dan makanan minum 10,23 persen (yoy), disusul jasa pengadaan air bersih 8,85 persen (yoy), kemudian sektor jasa konstruksi 7,22 persen (yoy).

Selain itu, kata dia, peningkatan PDRB Papua Barat Daya juga ditopang oleh kinerja positif sebagian besar komponen pengeluaran, terkecuali ekspor barang dan jasa yang mengalami kontraksi sebesar 5,25 persen (yoy).

Konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi yaitu 8,03 persen (yoy), disusul pembentukan modal tetap bruto 6,66 persen (yoy), konsumsi LNPRT 4,47 persen (yoy), dan konsumsi rumah tangga 4,40 persen (yoy).