Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) juga menjadwalkan rilis data neraca perdagangan Agustus 2026 dan inflasi September 2026.

“Kami memperkirakan surplus neraca perdagangan meningkat dari 0,12 miliar dolar AS pada Juli 2026 menjadi 0,93 miliar dolar AS pada Agustus 2026, didukung oleh kenaikan harga komoditas. Sementara itu, inflasi headline diperkirakan meningkat menjadi 3,35 persen yoy pada September 2026 dari 3,19 persen yoy pada bulan sebelumnya, didorong oleh kenaikan harga volatile dan administered prices,” kata Josua.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.825–Rp17.925 per dolar AS.