Professor Ricky Valenta yang telah beberapa tahun menjadi Direktur SMI-UQ menyambut positif tawaran kami. Tim SMI rupanya telah lama melakukan penelitian dan percobaan ekstraksi LTJ dalam bentuk pilot-plant dan telah bekerja sama dengan beberapa negara di amerika Latin termasuk Chile. Professor Valenta bahkan menyatakan kecemburuannya karena Indonesia secara tegas melarang ekspor bahan mentah mineral ke luar negeri. Australia sampai sekarang masih merupakan salah satu eksportir terbesar pasir besi ke Tiongkok. Menurut Professor Valenta, masa depan peradaban manusia yang berteknologi tinggi akan dikendalikan oleh negara yang mampu mengontrol pasokan LTJ. Olehnya itu, pendirian BIM dan Perminas disertai dengan pelarangan ekspor mineral mentah adalah strategi cerdas Indonesia menuju kedaulatan mineral di masa depan. Kehadiran perguruan tinggi yang fokus pada penelitian dan pengembangan mineral kritis dengan berbagai isu strategis yang harus diatasi adalah sebuah keharusan.
Melalui pendirian konsorsium riset, joint-lab dan pilot-plant untuk mineral kritis tim redaksi Unhas-UQ-BIM dan Perminas akan menandai era baru peran perguruan tinggi dan dunia industri dalam mengantar Indonesia menuju kedaulatan mineral di masa depan.
Oleh:Sawedi Muhammad(Mantan Praktisi Tambang, Direktur Komunikasi Unhas)